haru sukses tak bisa tidur gara-gara memikirkan hari ini, dengan muka kusut ia melirik ke arah jam dinding dan mendapati hari sudah jam 5 pagi. ia beranjak dari tempat tidur dan turun ke ruang makan. ia masih berpikir keras bagaimana caranya mengatur jadwal nanti T.T.
"kalau ketahuan kakak.. aku pasti kena marah karena belum beritahu dia masalah ini.. tapi kalau tidak datang.. aku pasti di pecat tak hormat oleh nakula. aduh menyebalkan sekali" gumam haru sambil menyiapkan sarapan untuknya dan kakaknya yang masih tidur. sebenarnya matanya sangat ingin dikatupkan dan ia sangat ingin mengistirahatkan seluruh pikiran dan raganya tapi gara-gara hal ini ia tak bisa melakukan hal itu.
"ukhh mataku ngantuk.. menyebalkan sekali kalau sudah kurang tidur seperti ini.." akibat dari kurang tidur itu kepala haru jadi pusing sekali. mau diapakan lagi dia tetap melanjutkan aktifitas menyiapkan sarapan pagi hingga kakaknya bangun tidur.
"lho.. haru. kau sudah bangun?" tanya kaoru masih mengucek-ucek matanya.
"tentu saja.. aku bukan... kukang seperti kakak yang kerjanya tidur saja.. " canda haru menutupi kelelahan yang menimpa tubuhnya saat ini.
"hahaha.. kuingat perkatanmu itu haruna kirian.." kaoru pergi ke kamar mandi, sedangkan haru sudah meletakkan sepiring pancake strawberry kesukaan kakaknya di meja makan.
ia mendudukkan dirinya di kursi makan dan langsung melipat kedua tangannya di meja sebagai bantalan untuk tidur.
"haah.. kepalaku pusing sekali.. bagaimana aku bisa nge-dance... kepalaku saja pusing seperti ini." gerutu haru. "puk" tiba-tiba kaoru menepuk bahu haru " kau kenapa haru?"tanya kaoru, haru mendongak ke arah kakaknya.
"tak apa kak.. hanya sedikit mengantuk."
"nah sekarang siapa yang yang kukang disini heh." kata kaoru lalu duduk di kursi makan yang berada tepat di depan haru.
"kau tidak makan?" tanya kaoru.
"kakak saja.. aku masih kenyang.." ujar haru
"sepertinya kau kurang sehat.. kau tidak apa-apa..?"tanya kaoru lagi sambil memakan pancakenya.
"humm.."jawab haru singkat.
sesudah menghabiskan pancakenya dengan muka sumringah kaoru menyuruh sang adik untuk berganti baju. yaah dengan terpaksa haru meng-iyakan.
di kamar Haru,
haru mengambil jacket kesayangannya dari lemari pakaian, lalu memakainya. ia masih bingung apa dia harus membawa tas keperluan nge-dancenya atau tidak.
"kalau dibawa... nanti ditanyai.. kalau tidak di bawa nanti aku nge-dance masa pake baju ini," sambil melihat pakaian yang ia kenakan. jacket hitam dan di dalamnya ia memakai sweater lagi.. karena entah kenapa ia merasa hari ini sangat dingin. untuk menutupi mata lelahnya ia memakai kaca mata hitam ia takut kalau si Nakula protes ini itu padanya.(gara-gara kurang tidur haru jadi berkantung mata)
"akhh.. seorang dancer profesional pasti bisa menghadapi ini... spirit haru.. tak usah memikirkan baju.. yang penting sekarang bagaimana cara... membohongi kakak." ucapnya. yap akhirnya haru keluar dari kamarnya.
di perjalanan kaoru terus saja berbicara tentang hal ini itu, sedangkan haru hanya mengangguk dan kadang ber-hmm-hmm saja atau tertawa hambar.
" kau kenapa... haru. sepertinya tak bersemangat sekali." tanya kaoru memperhatikan haru yang berjalan disampingnya.
"tidak apa-apa" ujar haru ia melirik jam yang yang berada di tangannya, jam 10 masih 1 jam lagi.
"kakak.. kita mau kemana ?"
"hmm bagaimana kalau kita ke sea world ??? "ucap kaoru dengan semangat.
" hmmm ide yang bagus... baiklah kita ke sea world.." merekapun memutuskan untuk pergi ke sea world.. kebetulan tempatnya hanya beberapa blok dari cafe le-ciel.
mereka sangat antusias melihat-lihat ikan-ikan yang berenang di atas mereka. sambil melihat-lihat kaoru dan haru berfoto-foto juga. akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 10 tepat.
Kamis, 30 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar