apa kamu ingat waktu itu hujan tiba-tiba turun dengan derasnya membuat kau mengurungkan niatmu untuk meneruskan perjalananmu. kamupun berteduh di halte dekat sekolah kami. aku memperhatikanmu yang terlihat gelisah sambil memperhatikan hujan yang kian deras menghantam bumi. argh sialnya aku tidak membawa payung juga.
aku tidak sadar kalau aku sibuk dengan diriku sendiri. tiba-tiba ia menatapku dengan tatapan bingung.
aku pura-pura tidak melihat wah aku ketahuan =,=a sedang melihat ke arahnya. aku mencuri-curi pandang kearahnya tentunya sekrang dengan hati-hati dan lagi-lagi dia menangkap basah aku yang sedang memperhatikannya haah akupun tersenyum padanya. dan uwaaw tanpa diduga ia membalas senyumku dengan senyumnya yang indah.
"tidak membawa payung juga ya ?" tanyanya. aku mengangguk. ia terkekeh kecil lalu kembali berkata " sepertinya kita akan terjebak sampai sore hari"candanya, sekarang aku yang terkekeh oleh candanya.
"namaku kazunori," ucapku tiba-tiba membuatnya agak kaget dan tidak lama setelah itu ia membalas
"ruiza.. panggil saja aku rui.."
"oh ya dan panggil aku kaz, semua temanku memanggil begitu."
"oh okay kaz, aku belum pernah melihatmu kamu kelas berapa?"
" ahaha.. aku memang tidak terlalu mencolok di sekolah, aku kelas 3."
"waaah.. berarti kamu senpaiku.. uwah maaf senpai daritadi aku lancang."
lagi-lagi aku terkekeh melihatnya, "it's okay.. tak apa aku malah lebih senang jika kamu memanggilku dengan kaz saja. tidak usah seformal itu padaku." ujarku. ia mengangguk "oh begitu baiklah kaz."ia tersenyum kembali.
tanpa sepengetahuan kami hujan sedikit demi sedikit mulai mereda, hah kenapa disaat-saat begini hujan reda.
"waw.. hujannya reda." ucapku
"yeiy.. reda.. oh ya rumah senpai dimana.. kalau arahnya sama dengan arah rumahku, kita bisa pulang bersama." tawarnya, waah blak-blakan sekali anak ini.
"hmm sepertinya searaha yasudah ayo kita pulang daripada hujannya berubah pikiran" aku sedikit berbohong sebenarnya rumahku berlawanan arah dengan rumahnya.
"ayo.."
kami berjalan berdampingan. di perjalanan kami membicarakan hal-hal apa saja dari mulai hobi dan semacam itulah. rui terlihat antusias sekali saat membicarakan masalah band yang ia sukai, kebanyakan ia menyukai lagu-lagu visual kei. perempuan yang sangat blak-blakan dia berbeda dengan perempuan yang selama ini aku temui, dia sopan, menyenangkan, dan enak di ajak berbicara santai.seperti ini. wah padahal aku baru bertemu dia beberapa puluh menit yang lalu.
"yap ini rumahku.senpai. apa senpai mau mampir ." tawarnya
"oh tidak usah.. terima kasih.. sebentar lagi aku ada urusan jadinya harus cepat-cepat pulang "tolakku dengan halus.
" oh begitu.. ya sudah.. aku masuk dulu ya senpai.. jaa~ " ia melambai ke arahku dan masuk ke rumahnya.
dan tinggallah aku sendiri disini memandangi daerah yang sama sekali tidak kukenal oh crap.. gara-gara keasyikan ngobrol dengannya aku jadi tidak memperhatikan jalan. wah-wah =,=a
aku berjalan menjauhi rumah rui. sesampainya di sebuah taman yang tak jauh darisana, aku menelfon hizashi
salah satu member dari bandku. yap sebenarnya aku ini anak band yang yaah bandnya sih 'cukup' terkenal makanya aku senang mengobrol dengan Rui, dan tentunya aku merahasiakan kalau aku ini anak band.
"hallo.. hizashi disini."ucapnya diseberang telfon
"hizashi.. jemput aku.... aku tersesat.."rengekku
"haaah... kau ini selalu saja tersesat.. yasudah sebutkan saja nama tempat kau berada."
"oke.. err~ aku berada tepat di taman yang bernama... oh ya taman sakura.di daerah x" sambil membaca sebuah papan informasi di taman itu .
"ohh disitu.. haah.. baik-baik aku kesana secepatnya." hizashi menutup telfonnya.
setengah jam kemudian sebuah motor ninja berwarna putih berhenti tepat di depanku.
"cepat naik.." suruhnya.
"baik-baik... hi" hizashipun memacu motornya. dengan kecepatan yaah bisa disebut dia ini sedang ngebut sekarang.
sesampainya kami di rumahku, aku menceritakan pertemuanku dengan Rui pada bandku, kebetulan para member band yang lain sedang berkumpul juga di rumahku,
"waaw... secara tidak langsung dia telah memuji band kita di hadapan pendiri crucify rose... uwaaw.. ketua sepertinya penyamaranmu sangat perfect, sampai-sampai fans beratmu tidak mengenalimu sama sekali."ejek jiu. aku tertawa sarkastik.
"yeah.. kacamata ber-frame tebal, wig rambut pirang dan lensa kontak berwarna hitam ini sedikit membantu juga." aku melepas kacamata frame tebalku, wig dan disusul dengan lensa kontakku. yap akhirnya wujud asliku terlihat juga.
"uwaah.. kau berbeda ketua.. mata hitam sehitam malam lalu rambut hitammu itu tetap mencolok di band kita." puji ken.
"yaah.... mencolok.. tapi sayang fans tidak tahu kalau ketua ini biangnya tersesat." ejek hizashi, kami tertawa dengan lepas. hmmm karena pertemuan ini.. aku jadi mendapat inspirasi menciptakan lagu.
"aku akan menciptakan lagu untuknya"
Jumat, 24 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar