Kamis, 16 Juni 2011

dari sisi lain

the zim-zim XD shima at 06.50
tangisnya tak bisa terbendung lagi saat tangan besar itu terjatuh tak berdaya saat mata berpupil hitam itu tertutup selamanya, dan kini hanya tinggallah sebuah tubuh tak bernyawa di ranjang itu.
teriakan bercampur tangis membahana dalam kamar itu.
kamar  yang banyak di dominasi oleh warna putih dan bau obat-obatan yaah ini  kamar  rumah sakit. terlihat 3 orang yang sedang mengerubungi tubuh yang tergolek kaku di ranjang rumah sakit itu. salah seorang dari mereka adalah
seorang gadis berambut hitam bergelombang terlihat menutup mulutnya yang ingin sekali mengeluarkan teriakkan keras. tubuhnya bergetar menahan emosi meluap-luap dalam lubuk hatinya, ia tak bisa menangis seperti temannya yang sudah menangis dengan disertai teriakan miris seperti itu ia tak mampu melakukan hal itu
disampingnya terlihat pula seorang lelaki yang lebih tinggi darinya sedang merangkul gadis itu sambil menatap tak percaya ke orang yang tergolek kaku di ranjang dingin kamar itu.
sang gadis tiba-tiba jatuh terduduk karena tidak bisa menahan tangisnya, iapun menangis se-jadi-jadinya mengikuti salah stu temannya yang sudah dahulu menangis histeris. ia terus memanggil-manggil nama seorang seraya bangkit dari jatuhnya lalu perlahan tapi pasti dengan getar yang hebat tangan putihnya menyentuh tangan orang itu.
"hei.. kau pikir ini hari apa.. aprilmop..? ini hari senin ... hei bangun" ucapnya sembari mengguncang-guncang tubuh yang kini telah dingin itu, tak ada reaksi gadis itu terus mengguncang-guncang tubuhnya dan memanggil-manggil namanya.
"hei... bangun .. ini tidak lucu.. hei.. !!" lelaki yang berada disampingnya menatap sedih pada gadis itu. ia berjongkok menyama ratakan tingginya dengan sang gadis lalu membisikkan sesuatu ke telinganya.
"sudahlah.. biarkan dia pergi. ia sudah bebas sekarang."
"tidak.. dia masih hidup.. dia cuma bercanda.. benarkan mika..." tanyanya pada seseorang  yang tengah memeluk tubuh orang itu, air mata dan isakkan tak henti-hentinya mengalir.
"hidup.. kau bilang hidup..hiks.. SADARLAH....dia sudah mati.." teriaknya pada gadis itu. gadis itu terkejut karena orang yang ditanyainya meneriakkinya seperti itu.
"hei.. dia hanya tertidur.. oh tidak-tidak dia cuma pura-pura saja benarkan, taka ?" ia bertanya lagi pada lelaki yang berada di sampingnya.
"mayu... sadarlah ... tsukasa sudah tiada... " ucap lelaki yang di panggil tak itu sambil memeluk badan mayu.
"no..dia tidak mungkin mati. tsukasa tak mungkin mati. dia sudah berjaji padaku akan datang ke acara kelulusan kita, ia dia sudah berjanji padaku ia akan kembali sehat dan kembali pada kita. benarkan tsu-kun ." tanyanya sia-sia pada tsukasa yang terbujur kaku di ranjang itu.
"sstt... mayu... tsu-kun sudah tenang di sana..,"
"TIDAK.. TSUKASA TIDAK BOLEH MENINGGALKAN KITA.."teriak mayu tak kalah kerasnya dengan tangis mika.
"mayu... biarkan tsukasa pergi, lihatlah raut mukanya sangat bahagia, setidaknya ia tidak meninggal dalam kesendirian, ia bisa bertemu dengan orang tua yang selama ini ia rindukan. tenanglah mayu ia bahagia sekarang.."
"hiks.. apa dia tidak tahu kalau kita akan sangat kehilangannya. apa dia tidak mengerti perasaanku dan kalian. apa dia tidak tahu betapa kita yang sangat menyayanginya. hiks.. tsukasa... bangunlah.. " ujar mayu masih terus mengguncang tubuh tsukasa.
taka semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil mayu. ini memang berat untuknya, ia tahu tsukasa adalah segalanya bagi mayu, mereka berdua dibesarkan tanpa kasih sayang orang tua, mereka berbagi susah dan senang selama ini. mereka sudah bergantung satu sama lain.
mika berjalan ke arah mayu dan taka dan langsung memeluk mereka berdua.
"mayu.. sudahlah.. hiks.. benar apa kata taka.. tsukasa dia sudah tenang disana. ia akan selalu melihat kita dengan senyumnya."
dan hari itu mereka hanya bisa memandangi tsukasa yang  tertidur untuk selamanya, tak ada raut sedih di wajahnya, yang ada hanyalah senyum simpul kebahagiaan karena ia tidak meninggal dalam kesendirian yang selalu  menemaninya dari ia lahir .. dan benar kata taka setidaknya di detik-detik menjelang kematiannya ia tak sendiri melainkan di temani oleh sahabat dan juga sang kekasih mayu :")

hari esok akan berubah, entah itu berubah ke arah yang lebih baik atau sebaliknya.
hanya sebuah kenangan bersamanya yang tertinggal.
meskipun bertahun-tahun telah terlewati tapi hangat peluknya masih sangat terasa di tubuhku.
meskipun hari ini hujan, ataupun matahari sangat cerah menghias langit .. hari ini tetap sedikit hampa tanpanya.
saat semua orang sibuk dengan alam mimpinya aku masih tetap terjaga di malam hari. aku takut aku tidak bisa membedakan mana mimpi dan kenyataan saat kau datang ke mimpiku.

angin bertiup sepoi-sepoi membuat kelopak bunga sakura yang bertaburan di tanah berterbangan.
hening dan damai mengiringi pemakaman tsukasa. dengan gaun hitamnya mayu  duduk di depan tempat peristirahatan terakhir tsukasa. mika dan taka berdiri di belakang mayu.
"Mayu.. " mika memegang pundak mayu, sedikit bergetar. itulah yang dirasakantangan mika saat tangannya menyentuh bahu mayu.
"mayu... ayo kita pulang.."
" dulu .. tsukasa pernah berkata padaku.. kalau aku tidak mengerti kesedihannya.. yah memang saat itu aku tidak mengerti kesedihannnya saat ia ditinggal oleh kedua orang tuanya. ia aku memang tidak mengerti karena aku sudah sendiri di dunia ini saat aku berada di dunia ini. dan saat ini aku mengerti bagaimana rasanya..."

"jika kamu  pernah kehilangan seseorang yang sangat berarti dihidupmu,maka kamu sudah tahu bagaimana rasanya. namun jika kamu belum pernah merasakannya , kamu tidak akan bisa membayangkannya."


"tsukasa... inikah yang namanya kesedihan itu?" tanya mayu.
"rasanya lebih sakit ... daripada tertusuk tombak tajam. disini.. seperti terkoyak-koyak."ucapnya sambil menunjuk dada kirinya.
air matanya telah menguap dan hanya meninggalkan sembab di mata indahnya,
"mayu.. ayo kita pulang hari semakin sore." ujar mika menarik tangan mayu. akhirnya mayu menurut juga dan mengikuti mika dan taka yang berjalan ke arah mobil.

mereka pulang ke apartemen Tsukasa untuk membereskan barang-barang tsukasa.
mayu yang mengusulkan seperti itu, katanya 'lebih baik cepat-cepat di bereskan, kalau lama-lama nanti tsu-kun pasti marah' dengan senyum yang dipaksakan.

"mayu.. barang-barang tsukasa mau dikemanakan?" tanya taka yang sedang sibuk mengepak kardus berisi buku-buku bacaan tsukasa, kebanyakan dari bku itu adalah buku novel dan juga buku seni.
"tsukasa pernah bilang jika ia tiada, ia menyruhku untuk memberikan semua barang-barang ke panti asuhan tempat kami berasal." kata mayu sambil memasukkan beberapa bingkai foto yang terletak di meja kerja tsukasa ke kardus yang tesedia
"begitukah.." ucapan taka menggangtung karena ia terdiam melihat mika yang berdiri sambil memperhatikan sebuah ipod dan juga surat?
"mika.. apa yang kau temukan??" taka menghampiri mika. mayu yang bingung dengan sikap mika juga ikut menghampiri mika.
"ini.. surat tsukasa untukmu."ucapan mika membuat mayu kaget.
"sepertinya ini di tulis sebulan sebelum tsukasa masuk rumah sakit." lanjutnya lagi sambil memberikan surat itu pada mayu.
untuk mayu.

mayu jika kamu menemukan surat ini 
berarti aku sudah tidak berada di sisimu lagi
maafkan aku 
aku tidak bisa menepati janjiku padamu taka, dan juga mika
maaf karena aku tidak pernah menceritakan 
penyakitku padamu 
jangan menangis :') 
aku tidak suka melihatmu menangis
wajahmu terlihat cantik kalau sedang tersenyum
kumohon meski aku tak ada ..
hiduplah dengan bahagia
aku selalu melihatmu dari surga
ini hanya perpisahan sementara
karena manusia dan dunia ini memang fana
suatu saat nanti entah kapanpun itu
aku percaya pasti kita akan bertemu lagi 
kamu tahu ada sebuah pepatah mengatakan
butuh ribuan kali reinkarnasi bagi manusia untuk bertemu dengan 
orang yang dicintainya
dengan begitu kita bisa bertemu di kehidupan yang lebih baik dan juga dengan 
keadaan yang lebih baik
jangan menangis lagi ya :)
aku selalu berada disampingmu meski kamu tidak melihatku 
tapi percayalah aku selalu melihatmu,menjagamu, dan mencintaimu
hei jangan sedih lagi ya.. :) 
pasti kamu akan menemukan orang yang lebih baik lagi daripada aku
 pasti kamu akan menemukan keluarga kecil yang kamu impikan sejak di panti asuhan dulu
yang terakhir.. 
aku selalu mencintaimu meskipun kamu sudah melupakan rasa cinta itu 
oh iya aku lupa sesuatu.. di ipodku ada sesuatu yang ingin sekali aku perdengarkan padamu
lagu itu sangat cocok untuk kita 
hehehe aku menyanyikan lagu itu khusus untukmu
maaf ya kalau suaraku sedikit aneh


setitik air mata mengotori kertas yang di baca mayu. tsukasa memikirkan dirinya.
"bodoh.. dasar bodoh.. bagaimana bisa aku melupakan cintaku padamu. hisk.."
"mayu.. ipod ini berada di atas surat itu. aku menemukan keduanya saat aku membersihkan laci disamping tempat tidur tsukasa." mika memberikan ipod itu pada mayu.
mayu langsung mencari lagu yang di maksud oleh tsukasa. ia mengobrak-abrik file ipod itu dengan penasaran bercampur sedih dan 2 menit kemudian di temukanlah file lagu berjudul 'for mayu'.
ia melekat earphone ipod itu di kedua telingannya.iapun menekan tombol play.
"nee~ mayura ... ini lagu  khusus untukmu. usai lagu ini habis, berarti kamu harus berhenti bersedih okay"
'I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
Your presence still lingers here
And it won't leave me alone' tsukasa mulai bernyanyi,  mayu berusaha menenangkan rasa sedihnya dan mendengarkan lagu itu sampai habis



'These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase' mayu menutup matanya lalu membayangkan kalau tsukasa sedang bernyanyi di hadapannya.tsukasa yang tengah tersenyum padanya sambil bernyanyi untuknya.

'When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have'
All of me

'I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along' ia melihatnya.... ia melihat tsukasa... menghampirinya
'mayu don't crying..  please smile to me.. please show your beautiful smile to me..  i'm very happy if you always smile..'ucapnya pada mayu
'no i can't ... ini terlalu berat untukku'
'i believe you can do it... don't forget i always by your side.. wherever you are... and whatever you say.. i always by your side protect you.' ucapan tsukasa di akhiri dengan kecupan singkat di dahi mayu.. dan seketika, tsukasa menghilang dari hadapan mayu ketika mayu membuka matanya. lagu itu sudah berakhir dan ia baru sadar kalau ia sudah terduduk di sofa. taka dan mika tampak cemas dengan kondisi mayu.
"kenapa aku bisa disini."tanya mayu
"kau tidak tahu.. ? tadi kau pingsan mayu.."ucap mereka berdua
"pingsan...? jadi .. yang tadi itu hanya mimpi.. tadi aku bertemu dengan tsukasa?"
"kamu ngomong apa.. mayu.. sepertinya kamu sedang sakit." ujar mika sambil menyentuh dahi mayu dan ternyata badannya hangat.
"ish.. aku tidak sakit.. "
"ya sudah ya sudah.. oh iya aku akan membuatkan teh hangat untukmu." mika beranjak dari duduknya lalu pergi ke dapur. dan tinggallah mayu dan taka sama-sama terdiam tidak membuka pembicaraan sama sekali.

"taka..."ucap mayu menggantung.
"apa.?"
"benar apa yang kau katakan.. tsukasa pasti bahagia disana... kalau aku sedih itu akan membuatnya bersedih"
"hmm.. itu bagus mayu.."
"yaah meskipun sekarang ia tiada.. aku percaya.. dia pasti melihatku dari sisi lain.. entah dimana itu.. aku tidak tahu yang pasti .. ia tidak benar-benar hilang dari hidupku.. aku percaya ia masih berada disampingku menemaniku meski aku tidak melihatnya." ucap mayu sambil tersenyum tulus. taka yang melihat itu merasa sangat lega sekali, mayu yang ia kenal kini kembali, mika yang baru kembali dari dapurpun saat melihat mayu terseyum seperti itu merasa sangat senang sekali.
dan tanpa sepengatahuan mereka bertiga. ada orang ke empat yang melihat hal itu ikut tersenyum.
'terima kasih mayu'

the end
puwahh .. akhirnya selesai juga cerpennya XD.. ini aku dapet inspirasi dari lagunya evanescence my immortal
lagunya sedih :')) aku suka lagunya.. kapan-kapan aku post deh lagunya.. mind to review :')) 


0 comments:

Posting Komentar

 

funny day sunny day Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei